Hanya satu menit,,,

hanya satu menit, tak kurang dari itu. mungkin bisa lebih dari satu menit ketika ku merindukan salah satu dari mereka untuk selallu aku ingat setiap harinya. bagaimana bisa ku lupakan mereka, mereka tlah ada dalam buku catatan kehidupanku dan tak mungkin ku menghapusnya karena yang telah ada ini begitu indah dan begitu berwarna.

hanya satu menit, satu-satunya hal yang bisa ku lakukan baik untuk mendoakan mereka agar senantiasa sehat dan sukses, juga agar ku tak pernah melupakan mereka. hanya saja sekarang mulai ku tak bisa mengingat namanya satu-satu. bukan karena ku sengaja, melainkan karena memori ingatan ini tlah banyak terpakai karena begitu banyak orang dalam kehidupanku.

hanya satu menit, mungkin buat kalian waktu satu menit sangatlah kurang tapi buat ku satu menit saja sudah cukup untuk ku selallu mengingat kalian. itu semua ku lakukan karena ku tak ingin melupakan mereka. kenapa ku tak ingin melupakan mereka itu karena menjadi yang terlupakan itu sangatlah menyakitkan. bahkan bisa lebih sakit dari pada hukuman pancung atau gantung. dan

hanya satu menit untuk terus mengingat dan terus mengingat tanpa pernah melupakan. bila mereka pernah ada dalam lukisan kehidupan kita, kenapa harus menghapusnya? biarkan mereka menjadi bagian gambar atau objek dalam lukisan kehidupan kita.

Iklan

kepadamu malam,,

layaknya sang kekasih yang merindu, begitu juga aku.

tak pernah ku nikmati siangku yang penuh dengan hiruk pikuk dunia di sekitarku.

bukannya ku tak peduli dan tak bisa bermasyarakat, namun ku tak begitu suka dengan keramaian.

keramaian yang sebagian orang anggap itu sebagai hiburan, tapi tidak untukku yang suka dengan kesunyian.

kepadamu malam yang selallu ku rindukan di setiap pagi dan siang, dan

kepadamu malam ku bisa dekat dan bercengkrama dengan bintang dan bulan, juga dengan kesunyian.

yuk ngeblog dulu,,

banyak cara yang bis kita lakukan di jaman sekarang ini untukberbagi, share ilmu pengetahuan dan share pengalaman dengan orang baru dan teman baru. salah satunya yaitu ngeblog. kalo temen aku bilang “ngeblog dulu biar gak goblog” itu ada benernya, kenapa aku bialng seperti itu karena memang bener,, ketika kita ngeblog, banyak sekali informasi, pengetahuan, ilmu dan sebagainya yang kita dapat dari temen-temen bloger yang lain. ngeblog itu lebih bagus dan saya kira pekerjaan yang mulia di banding dengan hanya bermain media sosial chating seperti f, t, i, dan sebagainya. kalo di media sosial biasanya mereka hanya pamer foto, setatus yang gak jelas, dan masih banyak lagi. daripada main media sosial seperti f, t, i, dan kawan-kawannya mending kita ngeblog. bener gak temen-temen?. mari kita ngeblog biar kita gak goblog.

Kepadamu wanita,,,

kepadamu wanita, yang tak pernah ku tau mengapa ku begitu mengagumimu.

kepadamu wanita, yang tak pernah ku lihat sebelumnya,

kepadamu wanita, yang selallu saja buatku tersipu malu dan tersenyum pilu melihatmu,

kepadamu wanita, yang telah membuatku trus bertanya tentangmu, dirimu, dan dirinya, dan

kepadamu wanita, yang begitu lama ku cinta tapi ku tak kuasa untuk mengatakannya padamu.

bukan karena aku yang begitu pemalu, cupu, dan apapun itu,

bukan karena aku yang pantas atau tidaknya bersanding berdua denganmu selamanya,

bukan karena aku yang selallu memujamu dengan kata-kata yang aku tau, dan

bukan karena aku yang takut resiko karena mencintaimu selamanya, itu

karena kau yang memandangku begitu berbeda dengan mereka yang sejatinya sama dengan diriku,

bukan karena aku yang selallu jujur padamu di bandingkan mereka yang mungkin berbohong kepadamu.

bukan karena aku dan bukan karena kau wanita yang ku cinta lantas ku bisa selallu tersenyum melihatmu meneteskan air mata. semata-mata itu semua karena ku ingin kau sadar dan tau yang terbaik untuk dirimu bukan diriku dan mungkin pula bukan dirinya yang saat ini bersamamu.

kepadamu wanita kau begitu mulia dan begitu sempurna jadi jangan buat dirumu itu rendah dan hina. dan bukan karena aku yang berkata lantas kau harus percaya. itu semua kembali kepadamu, dan kembali kepada jati dirimu sebagai wanita sesungguhnya, dan bukan wanita pada halaman depannya saja.

cermin tua,,,

dulu, sudah lama sejak ku ingat semua itu. mungkin lebih lama dari keberadaanku. atau mungkin kau ada bersama adanya rumah ini. yang bisa ku ingat saat itu adalah sejak ku mulai belajar berjalan dan tau bahwa dirimu adalah cermin tempat ku melihat diriku melalui dirimu yang begitu polos dan lugu memperlihatkan semua yang ada padaku.  sampai saat ini, masih saja ku merindkanmu yang selalu jujur dan setia melekat di tembok kamarku. Andai kau bisa bicara padaku saat ini, mungkin kau akan bercerita bagaimana lucunya diriku waktu itu di hadapanmu. belajar terlihat lebih baik, terlihat menarik, bahkan terlihat tegar lewat dirimu. masih kah kau ingat betapa lucunya diriku saat belajar jujur pada diriku sendiri ?, atau saat ku mulai memuji diriku sendiri dan menyombongkannya padamu atau bahkan menyombongkannya pada diriku sendiri ?, dan saat ku mulai bertanya dan membandingkannya dengan mereka orang-orang di sekitarku?, bahkan masih jelas ku ingat saat itu. saat dimana kau tak bisa meniru diriku dan berkata jujur kepadaku. oh cermin tua, masih kah kau akan seperti dulu, dan masihkah kau akan menyimpan semua rahasiaku bersama dirimu? tapi ku tak meragukanmu karena selama ini kau lah yang ku percaya atas semua rahasia diriku. sampai ketemu oh cermin tua, aku begitu ingin berada di depanmu, sungguh ku ingin bercerita kepadamu bagaimana diriku dan duniaku ini padamu. namun saat ini, ku tak bisa bercerita banyak padamu dan akan ku kirimkan surat untukmu ketika ku sudah sampai di tempat tinggalku yang baru. semoga kau baik-baik saja disini sampai ku kembali nanti.

senyum itu,,,,

sudah beberapa tahun yang lalu sejak kejadian itu,

sejak ku mulai bertanya tentang siapa dirinya, dan

sejak pertama aku mengenal yang namanya cinta, hingga

sajak demi sajak tercinpta untuk mengaguminya, atau

hanya sekedar menyapanya kala pertiga malam atau fajar tiba.

sudah beberapa tahun yang lallu pula kejadian itu,

kejadian yang membuat hatiku pilu, dan

kejadian yang membuatku kehilangan pemilik senyum itu, hingga

tak ada lagi yang bisa ku harapkan untuk mendapatkan kembali, atau

memintanya untuk kembali kepadaku karena ku sadar kenapa dia meninggalkaku.

memang sudah beberapa tahhun yang lalu sejak kejadian itu,

ke egoisanku yang memaksaku kehilangan itu,

ke  egoisanku pula yang menyayat hatiku,dan

ke egoisanku pula yang selallu berikan ku penyesalan di setiap hariku. hingga

ke egoisanku mati untuk saat yang lama sampai saat ku tulis ini.

hingga kini, masih sering ku pandangi senyum itu,

hingga kini masih ku simpan janji untuk senyum itu,dan

hingga kini masih ku simpan kenangan akan indahnya senyum itu.

senyum itu kembali,, senyum itu masih seperti dulu,,,dan

ku ingin kau kembali,, pemilik senyum itu yang bertahun tahun lallu di sisiku

ku ingin itu kembali,,, pemilik senyum itu dalah hidupku.

ku bertahan dan berubah selama ini untuk senyum itu,

senyum yang tak pernah berubah hingga bertahun tahhun yang lallu,,

sampai saat ini senyum itu masih selallu menghiasi dalamnya hati.

ku ingat kejadian itu,,,,,

jika orang banyak yang bilang, jangan terlallu membenci seseorang lawan jenis karna itu bisa menjadikan kamu cinta padanya. Awalnya aku gak percaya dengan kalimat dan kata-kata itu, tapi setelah apa yang aku alami itu memberikan aku bukti nyata akan kata-kata dan kalimat itu. Memang sudah lama kejadian itu, sekitar 4 tahun yang lalu.

1.kejadian di konter pulsa

Hari itu tak seperti biasanya, aku pulang lebih cepat karena hanya pelajaran tambahan di sekolah mendekati ujian sekolah. Terlajur janji dengan temen untuk mengantarnya ke konter nemani dia memperbaiki hapenya sekaligus mau isi pulsa. Sesampainya di konter dan bertanya-tanya tentang masalah hape temen aku, segerombolan cewek-cewek asal sekolah lain yang masih satu yayasan itu dating menghampiri kami. Upzz maksudnya konter tempat kami berada. Dan di lain dugaan dan kebiasaan aku yang masih mengenakan seragam sekolah itu, tiba-tiba terlontar kata kepada salah satu orang cewek di gerombolan itu. “gendut,, “ beli apa ndutt” dan di juga membalas “opo,, cungkring” “oo cungkring” dan aku juga membalas lagi “genduuttt” lalu dia juga berkata lagi “dasar cungkringg” dan kita berpisah. Aku tau dia dan temen2nya membeli kartu perdana di konter tersebut. Setelah urusan di konter itu selesai aku pun pulang di antar temen aku tadi ke pondok tempat aku tinggal.

  1. kejadian di gang kecil samping pondok sepulang sekolah.

Sepulang sekolah, entah kenapa aku ingin sekali lewat di gang (lorong ) itu, gang yang jarang sekali aku lewati, selain itu, gang itu memang jarang aku lewati karena letak tempat aku tinggal bukanlah melewati gang itu. Tapi keinginnan lewat gang itu sangat kuat di karenakan aku telah berjanji pada teman kun yang tempat tinggalnya memang melewati gang itu. Saat itu memang jam pulang sekolah sehingga gang itu agak sedikit ramai, terlebih gang itu gang kecil di samping pondok putri yang tentu saja banyak cewek-cewek disana. Sesampainya di samping tangga di ujung gang kecil, tiba-tiba suara dan panggilan yang memang agak sedikit asing dan sepertinya sama dengan kejadian tempo hari di konter itu. “cungkring” salah seorang cewe yang kemaren aku panggil “gendut” ternyata yang memanggilku ketika ku toleh kebelakang.  Lalu aku membalasnya dengan sebutan “gendduttt” dan sedikit malu aku percepat langkahku. Malu bukan karena di panggil “cungkring” atau aku yang pengecut, melainkan malu karena di situ banyak sekali cewek.  Sesampainya di rumah temen aku, biasa istirahat, dan di buatkan minuman, itu tradisi disini ketika seseorang bertamu, dan blum boleh meninggalkan rumah bila belum makan makanan yang di sediakan. Satu lagi, pamalik bila seseorang menolak hidangan yang telah di siapkan. Tak terasa hari sudah sore dan aku harus melakukan aktifitasku seperti biasanya.

  1. panggilan saat mengantarkan nasi

Rutinitas ku saat pagi dan sore hari adalah, mengantarkan nasi ke pondok putrid. Tapi kali ini gak tau kenapa, terasa sangat berbeda, biasanya aku hanya mengantarkan nasi pada pagi hari, tapi kali ini temen aku menyuruh aku yang mengantarkannya untuk sore hari. Ketika ku menaiki tangga dan berjalan di lorong, kembali lagi, teriakan yang sudah taka sing ku dengar untuk beberapa hari ini “cungkring” dengan gerak reflek ku toleh kearah suara dan benara dugaan ku, suara itu dating dari orang yang kemaren memangilku deengan sebutan “cungkring” lalu aku membalasnya “ gendutt” dan lanjut “ lagi apa kau disini ndutt,?” lantas dia menjawab “ lagi maen kring” dan langsung aku meneruskan perjalanan ku mengantarkan nasi. Sebelum ku melanjutkan perjalanan ku mengantarkan nasi, sempat aku melihat pacar temen aku satu kamar bersamanya. Dan itu membuat aku bertanya “ aku bisa cari tau nama seseorang yang kerap kali memanggilku “cungkring” padanya. Dan se kembalinya aku mengantarkan nasi, aku Tanya dengan temen sekamar aku, tadi aku melihat pacar kamu bareng dengan orang yang kerap kali memanggilku “cungkring” lalu temen aku bukan ngasih tau atau semacamnya melainkan malah tertawa, “hahaha” owalah dia itu nanda,  mau inta nomor hapenya ?” sambung ida. Entah kenapa aku ingin sekali punya nomor hapenya “ boleh-boleh” lalu dia sms dan nanya sama pacarnya kalo aku mau minta nomornya “nanda” atau yang aku panggil ”gendut”. Di luar dugaan, kirain sih dia bakal menolak untuk memberikan nomor hapenya padaku, dia memberikannya lewat temen satu kamarku. Dan keesokan malamnya aku sms, itu karena aku hari itu gak punya pulsa.

4. sms pertama